Harga Ikan di Pasar Tradisional Indramayu Melonjak

 
Ilustrasi Tempat Pelelangan Ikan. (Foto : http://www.republika.co.id)

Imad Analis. Kenaikan harga bahan pangan di pasar tradisional di awal bulan puasa juga diikuti dengan meningkatnya harga sejumlah jenis ikan.

Seperti yang terlihat di TPI Glayem, Kecamatan Juntinyuat, kenaikan harga pada berbagai jenis ikan rata-rata di kisaran 10-25 persen. Seperti misalnya ikan kakap, naik dari Rp 35 ribu per kg menjadi Rp 45 ribu per kg dan cumi naik dari Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 40 ribu per kg.



"Naiknya harga karena pasokan sedikit, permintaan banyak," kata pengurus KUD Sri Mina Sari Glayem Kecamatan Juntinyuat, Dedi Aryanto kepada Republika.co.id, Selasa (22/5).

Dedi mengatakan, sedikitnya pasokan itu disebabkan adanya kendala alat tangkap yang dimiliki nelayan. Menurutnya, alat tangkap yang dimiliki sejumlah nelayan tidak sesuai dengan jenis ikan yang sedang musim di lautan.

Padahal, alat tangkap setiap jenis ikan berbeda-beda. Hal itu seperti jaring udang, jaring rajungan, jaring teri, dan jaring gilnet.

Dedi mengatakan, saat ini di perairan Indramayu sedang musim ikan cumi, kakap, dan teri. Karena itu, hanya nelayan yang memiliki jaring cumi, jaring kakap, dan jaring teri saja yang bisa beroperasi.

Sedangkan, nelayan yang tidak memiliki jaring untuk ketiga jenis ikan tersebut, tidak bisa beroperasi. Mereka pun terpaksa menganggur.



"Hanya 50 persen nelayan yang saat ini bisa melaut. Sisanya menganggur karena alat tangkap yang mereka miliki tidak sesuai dengan musim tangkapannya," tutur Dedi.

Sekjen Serikat Nelayan Indonesia (SNI), Budi Laksana, mengungkapkan, tak sedikit nelayan tradisional di Kabupaten Indramayu yang saat ini tidak bisa melaut. Hal itu terjadi akibat kondisi gelombang di perairan Indramayu yang saat ini tidak menentu.

"Saat angin sedang kencang dan gelombang tinggi, otomatis nelayan kecil tidak bisa melaut," kata Budi.

Budi menyebutkan, musim paceklik yang diderita nelayan tradisional sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Hal itu otomatis membuat mereka harus banting setir agar asap dapur di rumah tetap bisa mengepul. "Iya pendapatan pasti turun," kata Budi. (Sumber : Republika)

Terimakasih sudah berkunjung di Blog Imad Analis. Semoga artikel ini bermanfaat. Blog ini merupakan blog berbagi berita Kesehatan, Politik dan Edukasi Islam. Selamat membaca blog sederhana dari Saya, Imad Analis

Baca juga :

Kata kunci : harga ikan naik di malaysia, penyebab harga ikan naik, harga ikan patin naik, harga ikan kembung naik, harga pakan ikan naik, berita harga ikan naik, harga ikan laut naik, harga ikan singapura naik, harga ikan asin naik, harga ikan dimalaysia naik, harga ikan lele naik, cuaca buruk harga ikan naik, harga ikan mas naik, harga ikan tongkol di pamekasan naik, harga beras naik agustus 2015, harga beras akan naik, harga beras bakal naik, harga beras naik di bali, harga beras naik drastis, harga beras naik februari 2015, harga beras naik januari 2016, harga beras naik kompas, harga beras naik karena, harga beras naik kenapa, harga beras naik liputan6, harga beras naik lagi, kapan harga beras naik lagi, harga ikan malaysia naik, harga beras naik maret 2015, harga beras naik mei 2015, harga beras naik menteri puan, harga beras mulai naik, harga beras merangkak naik, harga beras melonjak naik, harga beras naik oktober 2015, harga beras naik puan, harga ikan di singapura naik, harga beras naik salah siapa, harga beras naik september 2015, harga ikan di malaysia dan singapura naik, harga beras semakin naik, harga beras naik turun, harga beras naik terus, harga beras naik tajam, harga beras naik tahun 2015, penyebab harga beras naik tahun 2015


Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Founder www.infolabmed.com, tim penulis buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Aktif menulis di https://www.atlm-edu.id/, https://www.indonewstoday.com/, dan https://kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com

Related Posts